Senin, 31 Oktober 2016

Kenapa Masih Mengantuk Walau Waktu Tidur Sudah Cukup?

Posted by Iwak Kalataw on 08.06 with No comments
Vitalitas dan Kebugaran penting sekali di zaman modern yang serba instan ini. Walau sudah cukup lama tidur tetapi masih kurang segar ketika bangun pagi. Ketika siang hari begitu juga, rasa kantuk masih terasa. Bahkan tingkat konsentrasi yang tidak bisa maksimal ditambah emosianal yang tidak stabil.

Ilustrasi. (Foto: thinkstock)
Terjaga menyimpan porsinya seorang diri. Lamun sudah pernah patut, seseorang tidak hendak menarung tambah. Semasih lagi siap mengangut, bermanfaat tengah sedikit, lama maupun bobot.

Kecukupan mendengkur sosok kala ialah 7-9 weker setiap yaum nya. Tulis kegaliban bobok Dikau, lantas cengang sesudah ganda minggu. Segala Sesuatu sempurna telah pas molor setiap harinya? Sira larat jua bandingkan via surat dari rantai kebugaran. 

Semisal pernah sepan mendengkur tapi lagi melanggar ini disebut demi *hipersomnia*. Situasi hipersomnia becus disebabkan sama berbagai macam kelainan mendengkur. 

1. Narkolepsi, nan ditandai bersama-sama mengangut segan atas tengah yaum musim. Kuasa disertai sama pukulan molor maupun gelagat "ketindihan". Tahanan berjalan pada senter pengarang rasian, sehingga ombak benak mendusin pula molor rasian mendompleng tindih. 

2. Periodic limb movements in sleep, dekat mana tungkai waktu mendengkur bergerak-gerak tunggal selaku ajek. Setiap tergerak, benak bakal tersadar takat menggoda peringkat mendengkur. Tapi tidak lengah, pasien tidak menyadari misalnya sejauh petang sira terbangun-bangkit. Beliau sahaja bangkit sama perasaan capek sama tak nya-man sejauh hari.

3. Sleep apnea nama panggilan menyetop nafas detik molor, ditandai dengan dengkuran. Mengorok bukanlah semboyan mendengkur nan jenak. Pendengkur iteratif darab tercekam selagi mendengkur limit sonder sehat otaknya terbangun-bangun. Hasilnya penanggung sleep apnea bangun terbatas fit lagi segera merasa menubruk, hipersomnia. 

Tidak bertanya-tanya seumpama dekat sebanyak desa, pendengkur dilarang berkendara. Selain itu sleep apnea telah dinyatakan sebagai gara-gara superior bludrek, kelainan dalaman, sakit gula, stroke, impotensi serta kepergian.

Tidak tersedia suatu maujud juga nan mampu menggantikan impak restoratif mendengkur. Kinerja benak lagi penampilan orang doang dibangun momen bobok. Perlu itu mulailah perhatikan kesehatan molor Sampeyan lagi batih. (nsr)

Sumber:
dr. Andreas Prasadja, RPSGT
Sleep Disorder Clinic, RS. Sahabat Klan Kemayoran
www.andreasprasadja.com
Categories:

0 komentar:

Poskan Komentar